Recent Updates RSS Hide threads | Tombol Pintas

  • Hadits Dho'if : Mengusap Tengkuk ketika wudhu 

    muwahiid 12:53 pm on April 29, 2009 Permalink | Balas
    Tag: , , , , , tata cara wudhu, wudhu

    Mengusap Tengkuk ketika Wudhu

    Sebagian kaum muslimin, ketika dia berwudhu’, maka ia mengusap tengkuknya. Benarkah hal ini ada haditsnya yang bisa dijadikan hujjah? **Baca Selanjutnhya-بسم الله

     
  • Hadits Dho'if: Ilmu Batin 

    muwahiid 1:10 pm on April 28, 2009 Permalink | Balas

    ILMU BATIN

    Sufiyah (merupakan kelompok beraliran tasawwuf) terkadang berani memalsukan hadits atas nama Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- demi menguatkan ajaran mereka dan menipu orang awwam. Di antara hadits-hadits yang mereka palsukan: **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
  • Hukum Melafazhkan niat. 

    muwahiid 8:59 am on April 27, 2009 Permalink | Balas
    Tag: , , , ,

    Melafazhkan niat, Mahzab Syafi’iyyah?

    Ada sebuah fenomena yang jarang mendapatkan sorotan oleh kebanyakan orang, karena ada beberapa sebab yang melatarbelakanginya, di antaranya adalah faktor taqlid, jahil terhadap agama, banyaknya orang yang melakukannya sehingga sudah menjadi sebuah adat yang mendarah-daging, sulit dihilangkan, kecuali jika Allah menghendakinya. Sehingga terkadang menjadi sebab perselisihan, perseteruan dan permusuhan di kalangan kaum muslimin sendiri. Di antara fenomena tersebut, tersebarnya kebiasaan “melafazhkan niat”ketika hendak melaksanakan ibadah, utamanya shalat. **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
    • imi surya putera 9:10 am on April 27, 2009 Permalink | Balas

      Setuju ! Niat itu dalam hati, tak boleh ada yang tahu kecuali Allah.
      Salam dari tenggara kalimantan,

  • muwahiid 8:51 am on April 24, 2009 Permalink | Balas
    Tag: , Adat istiadat, , , , , Tradisi

    Antara Tradisi dan Akhlak Islami

    Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc

    Seiring dengan jauhnya umat dari ajaran yang benar, membuat syariat Islam acap terkacaukan dengan tradisi yang berkembang di masyarakat, lebih-lebih ritual yang menggunakan simbol-simbol Islam.

    **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
  • Kiat-Kiat Mendidik anak secara Islami 

    muwahiid 12:46 pm on April 23, 2009 Permalink | Balas
    Tag: , Anak Muslim, , , , Pendidikan anak,

    Kiat Memperlakukan Buah Hati

    Penulis:Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin

    **Pahami anak sebagai individu yang berbeda. Seorang anak dengan yang lainnya memiliki karakter yang berbeda. Memiliki bakat dan minat yang berbeda pula. Karenanya, dalam menyerap ilmu dan mengamalkannya berbeda satu dengan yang lainnya. Sering terjadi kasus, terutama pada pasangan muda, orangtua mengalami ?sindroma? anak pertama. Karena didorong idealisme yang tinggi, mereka memperlakukan anak tanpa memerhatikan aspek-aspek perkembangan dan pertumbuhan anak. Misal, anak dipompa untuk bisa menulis dan membaca pada usia 2 tahun, tanpa memerhatikan tingkat kemampuan dan motorik halus (kemampuan mengoordinasikan gerakan tangan) anak. **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
  • Keutamaan Adab Islami 

    muwahiid 9:23 am on April 22, 2009 Permalink | Balas
    Tag: Adab Islami, , Akhklak, ,

    Adab dalam Islam dan Perhatian Salaf Terhadapnya

    Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc

    Adab dalam pandangan Islam bukanlah perkara remeh. Bahkan ia menjadi salah satu inti ajaran Islam. Demikian penting perkara ini, hingga para ulama salaf sampai menyusun kitab khusus yang membahas tentang adab ini. **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
  • Tuntunan Islam dalam Bermasyarakat  

    muwahiid 11:45 am on April 21, 2009 Permalink | Balas
    Tag: , , , bermasyarakat, ,

    Adab Bermasyarakat

    Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc

    Manusia adalah makhluk sosial, satu dengan lainnya saling bergantung dan membutuhkan. Seseorang akan merasa tentram bila hidup bersama makhluk sejenisnya dan akan merasa kesepian manakala hidup sendirian. **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
  • muwahiid 8:47 am on April 21, 2009 Permalink | Balas
    Tag: , , Kisah Nabi Yunus,

    Kisah Nabi Yunus

    Penulis:Al Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar

    Nabi Yunus ‘alaihissalam termasuk nabi dari keturunan Bani Israil. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutusnya kepada penduduk negeri Ninawa di Mosul (Irak). Beliau menyeru kaumnya untuk kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun mereka menolaknya. Nabi Yunus ‘alaihissalam tidak berputus asa, selalu berusaha dan berusaha mendakwahi mereka, namun mereka tetap menolak. Kemudian Nabi Yunus ‘alaihissalam mengancam dengan azab dan pergi meninggalkan mereka, tidak sabar sebagaimana mestinya. Beliau ‘alaihissalam pergi dalam keadaan marah. **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
  • Agar Dada Seorang Hamba ‎menjadi Lapang dan Bersinar 

    muwahiid 8:46 am on April 20, 2009 Permalink | Balas
    Tag: , , , ِAkhlak

    Agar Dada Seorang Hamba

    menjadi Lapang dan Bersinar

    Oleh : Ust. Dzulqarnain Bin Muhammad Sanusi



    Hiruk pikuk kehidupan dengan berbagai bentuk aktivitas yang terus bergulir tanpa henti sering melahirkan halangan dan tantangan yang mengantar seorang hamba kepada gundah gulana dan ketidaktenangan hati. Namun bagi seorang mukmin sejati, cahaya Al-Qur’ân dan Sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa sallam adalah penerang jalan menuju kepada kehidupan indah yang senantiasa membuat dadanya lapang dan bercahaya. **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
  • Imam Ath Thurtusi Membongkar Kedustaan Kitab Ihya' Ulumuddin 

    muwahiid 1:00 pm on April 17, 2009 Permalink | Balas
    Tag: , Ihya ulummuddin, , , sufi muda,

    Imam Ath Thurtusi

    Membongkar Kedustaan Kitab Ihya’ Ulumuddin

    Abu Fairuz

    [SALAFY 32/1420/1999/Ibrah]

    Peran ulama tak semata mengajari muridnya untuk memahami agama. Sebagai pelanjut risalah para nabi, ulama memiliki tanggung jawab nan luhur dalam membimbing umat menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan kapasitas ilmu yang dimiliki serta komitmen untuk menegakkan kebenaran, ulama berada pada garda terdepan. Walau yang dihadapi seorang penguasa, lantaran komitmennya yang tinggi dalam menegakkan kebenaran, seorang ulama mesti tampil menasehatinya. Itulah yang telah dilakukan oleh Imam Ath Thurtusi. Ketika Al Afdhal bin Amir Juyusy, seorang penguasa yang hidup di Mesir yang lekat dengan seorang Nashrani kemudian Imam Ath Thurtusi tandang ke hadapannya. Dibentangkannya kain yang dibawanya di bawah sang penguasa. Lantas ia pun menasehati Al Afdhal bin Amir Juyusy hingga penguasa itu meneteskan air mata. Nasehatnya yang menghujam ke relung kalbu mampu mengubah cara pandang sang penguasa. Al Afdhal bin Amir Juyusy pun akhirnya menjatuhkan putusan untuk mengusir karib Nashraninya itu. **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
esc
batal