Latest Updates: ahlussunnah RSS

  • muwahiid 10:26 am on September 4, 2009 Permalink | Balas
    Tag: ahlussunnah, , , ,

    Pembagian Orang Kafir dalam Islam

    Melihat berbagai peristiwa teror yang terjadi di berbagai negara, apalagi hal tersebut dituduhkan identik dengan syari’at yang mulia nan suci, melihat banyaknya kebingungan di kalangan kaum muslimin akibat syubhat (kerancuan) dan racun yang disusupkan oleh musuh-musuh Islam tentang terorisme dan melihat salah “terjemah” terhadap kalimat terorisme dan salah menempatkannya. Maka kami mengangkat fatwa-fatwa para ulama besar yang merupakan lentera di tengah gulita dan kelompok yang terus-menerus menampakkan kebenaran di setiap zaman sebagaimana dalam hadits yang mutawatir, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :

    لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ

    “Terus menerus ada sekelompok dari umatku yang mereka tetap nampak di atas kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang mencerca mereka sampai datang ketentuan Allah (hari kiamat) dan mereka dalam keadaan seperti itu”. **baca selanjutnya..

     
  • muwahiid 9:54 am on September 4, 2009 Permalink | Balas
    Tag: ahlussunnah, , ,

    Bahaya Berloyalitas dengan Orang Kafir
    Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak

    Islam adalah agama yang haq. Hanya Islam yang akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
    إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ الْإِسْلاَمُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلاَّ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللهِ فَإِنَّ اللهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
    “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Ali ‘Imran: 19) **baca selanjutya..

     
  • muwahiid 9:44 am on September 4, 2009 Permalink | Balas
    Tag: ahlussunnah, , ,

    Ghuluw di Sekitar Kita
    Penulis: Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar

    Sebagaimana dengan keburukan lainnya, ghuluw pun akan menyeret hamba pada penyimpangan-penyimpangan berikutnya. Maka sudah semestinya kita mendeteksi secara dini penyakit bernama ghuluw ini.
    **baca selanjutnya..

     
  • muwahiid 9:35 am on September 4, 2009 Permalink | Balas
    Tag: ahlussunnah, , , ,

    Jauhi Ghuluw dalam Ibadahmu
    Penulis: Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar

    Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah golongan yang selamat. Di dalam segala hal, mereka selalu berada pada sikap yang dilandaskan oleh hujjah dan dalil. Berada di atas manhaj wasathiyyah (pertengahan). Tidak berlebihan, tidak pula menggampangkan. **baca selanjutnya..

     
  • Hadits Dho’if : Mengusap Tengkuk ketika wudhu 

    muwahiid 12:53 pm on April 29, 2009 Permalink | Balas
    Tag: ahlussunnah, , , , , tata cara wudhu, wudhu

    Mengusap Tengkuk ketika Wudhu

    Sebagian kaum muslimin, ketika dia berwudhu’, maka ia mengusap tengkuknya. Benarkah hal ini ada haditsnya yang bisa dijadikan hujjah? **Baca Selanjutnhya-بسم الله

     
  • Hukum Melafazhkan niat. 

    muwahiid 8:59 am on April 27, 2009 Permalink | Balas
    Tag: ahlussunnah, , , ,

    Melafazhkan niat, Mahzab Syafi’iyyah?

    Ada sebuah fenomena yang jarang mendapatkan sorotan oleh kebanyakan orang, karena ada beberapa sebab yang melatarbelakanginya, di antaranya adalah faktor taqlid, jahil terhadap agama, banyaknya orang yang melakukannya sehingga sudah menjadi sebuah adat yang mendarah-daging, sulit dihilangkan, kecuali jika Allah menghendakinya. Sehingga terkadang menjadi sebab perselisihan, perseteruan dan permusuhan di kalangan kaum muslimin sendiri. Di antara fenomena tersebut, tersebarnya kebiasaan “melafazhkan niat”ketika hendak melaksanakan ibadah, utamanya shalat. **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
    • imi surya putera 9:10 am on April 27, 2009 Permalink | Balas

      Setuju ! Niat itu dalam hati, tak boleh ada yang tahu kecuali Allah.
      Salam dari tenggara kalimantan,

  • muwahiid 8:51 am on April 24, 2009 Permalink | Balas
    Tag: , Adat istiadat, ahlussunnah, , , , Tradisi

    Antara Tradisi dan Akhlak Islami

    Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc

    Seiring dengan jauhnya umat dari ajaran yang benar, membuat syariat Islam acap terkacaukan dengan tradisi yang berkembang di masyarakat, lebih-lebih ritual yang menggunakan simbol-simbol Islam.

    **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
  • Kiat-Kiat Mendidik anak secara Islami 

    muwahiid 12:46 pm on April 23, 2009 Permalink | Balas
    Tag: ahlussunnah, Anak Muslim, , , , Pendidikan anak,

    Kiat Memperlakukan Buah Hati

    Penulis:Al-Ustadz Abulfaruq Ayip Syafruddin

    **Pahami anak sebagai individu yang berbeda. Seorang anak dengan yang lainnya memiliki karakter yang berbeda. Memiliki bakat dan minat yang berbeda pula. Karenanya, dalam menyerap ilmu dan mengamalkannya berbeda satu dengan yang lainnya. Sering terjadi kasus, terutama pada pasangan muda, orangtua mengalami ?sindroma? anak pertama. Karena didorong idealisme yang tinggi, mereka memperlakukan anak tanpa memerhatikan aspek-aspek perkembangan dan pertumbuhan anak. Misal, anak dipompa untuk bisa menulis dan membaca pada usia 2 tahun, tanpa memerhatikan tingkat kemampuan dan motorik halus (kemampuan mengoordinasikan gerakan tangan) anak. **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
  • Keutamaan Adab Islami 

    muwahiid 9:23 am on April 22, 2009 Permalink | Balas
    Tag: Adab Islami, ahlussunnah, Akhklak, ,

    Adab dalam Islam dan Perhatian Salaf Terhadapnya

    Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc

    Adab dalam pandangan Islam bukanlah perkara remeh. Bahkan ia menjadi salah satu inti ajaran Islam. Demikian penting perkara ini, hingga para ulama salaf sampai menyusun kitab khusus yang membahas tentang adab ini. **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
  • Tuntunan Islam dalam Bermasyarakat 

    muwahiid 11:45 am on April 21, 2009 Permalink | Balas
    Tag: , ahlussunnah, , bermasyarakat, ,

    Adab Bermasyarakat

    Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc

    Manusia adalah makhluk sosial, satu dengan lainnya saling bergantung dan membutuhkan. Seseorang akan merasa tentram bila hidup bersama makhluk sejenisnya dan akan merasa kesepian manakala hidup sendirian. **Baca Selanjutnya-بسم الله

     
c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal